Kamis, 15 Maret 2012

menanam menggunakan pipa paralon

Gunawan, warga Banaran, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, ini tidak mempunyai lahan luas untuk berkebun. Hanya tersisa sekitar satu meter di depan rumahnya yang hampir tidak memiliki ruang terbuka. Namun, hal ini tidak menjadi halangan baginya untuk berkebun cabai. Ia hanya berbekal pipa paralon.

Awalnya, ia mengaku memang hanya coba-coba. Saat mendapati sebuah pipa paralon bekas talang di rumahnya, ia merasa sayang untuk membuangnya. Gunawan pun memanfaatkan pipa bekas talang tersebut untuk media alas berkebun cabai.

Cara membuat kebun dari pipa ini mudah saja. Pertama-tama, pipa paralon tersebut dilubangi di sisi kanan dan kiri dengan menggunakan besi yang dipanaskan. Jarak antara lubang kira-kira 25 sentimeter. Setelah itu, pipa yang sudah dilubangi diisi dengan media tanam yang sudah dicampur pupuk dan dipadatkan. Setelah siap, bibit cabai ditanam di sela-sela lubang.

Sejak mencoba metode ini sekitar tiga bulan lalu, Gunawan mengaku sudah dua kali memanen cabai di kebun pipa. Hal ini tentu saja sangat membantu mengurangi pengeluaran keluarganya di saat harga cabai melambung tinggi seperti sekarang ini. Tak hanya dimanfaatkan sendiri, ia bahkan mendapatkan penghasilan tambahan karena sebagian hasil panen cabainya juga dibeli tetangga dan kerabatnya.

Menurut Gunawan, penanaman cabai dengan menggunakan metode ini lebih efektif dan lebih efisien. Satu meter pipa bisa diisi 14 batang tanaman cabai. Sedangkan jika menggunakan pot, diperlukan 14 buah pot dan tentu saja memakan tempat lebih luas. Pemanfaatan lahan sempit bahkan bisa lebih efektif lagi jika cabai ditanam di dalam pipa secara bertingkat ke atas.

Sebelum menemukan metode ini, Gunawan mengaku menggunakan berbagai barang bekas lain. Misalnya, bekas celengan dari tanah liat, bekas tempat oli, dan sebagainya. Namun, menurutnya, menanam cabai di "kebun pipa" merupakan metode yang paling efektif.

Refrensi : http://berita.liputan6.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar